Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kelebihan Dan Kekurangan Menikah Di Usia Muda

Idntifia.com - Menikah Di Usia Muda. Menikah memang menjadi setiap keinginan orang yang sudah dewasa yang akan masuk atau mempunyai keluarga yang baru, namun tahukah kamu usia dari pernikahan seseorang sangatlah veariatif, mulai dari yang masih berumur 18 tahun hingga yang menikah di usia senja diatas 50 tahun pun ada.

  " Berapa Usia Pernikahan Yang Ideal "

Meskipun tidak ada sebuah batasan yang pasti namun kebanyakan di Indonesia umumnya menikah pada saat pria berumur 25 tahun dan wanita pada saat berumur 20 tahun, namun diluar angka usia tersebut pastinya juga banyak sekali.

Usia menikah yang tepat tergantung kesiapan dari kedua belah pihak, karena setiap orang memiliki kemampuan serta kedewasaan mereka masing-masing. Kemudian jika terlalu muda atau terlalu tua juga pasti ada kekurangannya. Kali ini kita akan membahas pernikahan yang terlalu dini alias terlalu muda yaitu untuk umur bahkan dibawah 18 tahun. Apakah ada? jawabannya adalah banyak.

Kekurangan Menikah Terlalu Muda ( Dibawah 18 tahun untuk wanita dan dibawah 21 tahun untuk laki-laki.


kelebihan dan kekurangan pernikahan di usia muda
     Foto oleh Nika Zhorzholiani dari Pexels


Mengapa menikah diusia yang terlalu muda, biasanya dikarenakan proses pacaran yang sudah melewati batas atau memang keinginan sesaat. Karena memang pada saat usia tersebut adalah masa yang sedang indah-indahnya mengenal cinta. Padahal untuk menjalani sebuah rumah tangga tidak hanya cuma bisa mengandalkan cinta saja

Cenderung Belum Siap Secara Mental

Di dalam pernikahan akan ada segudang hal-hal baru yang membutuhkan kekuatan mental dan kedewasaan. Jika menikah terlalu muda cenderung belum siap dan belum mempunyai cukup pengalaman dalam hidup mereka. Karena menikah tidak hanya bisa bermodal cinta, namun juga harus bermodal kedewasaan dan juga kematangan.
Apalagi jika langsung dikaruniai anak, disini nanti akan ada permasalahan-permasalahan baru yang harus dihadapi.

Untuk Wanita Rahim Belum Terlalu Kuat

Rahim wanita akan semakin siap menerima pembuahan dan siap untuk mengandung janin jika memang sudah mempunyai usia yang cukup, biasanya berumur minimal diatas 20 tahun. Pada zaman dulu mungkin bisa lebih kuat dibandingkan anak remaja zaman sekarang, karena jenis konsumsi makanan zaman dulu masih jauh dari zat-zat yang berbau kimia. Tidak heran jika zaman dulu banyak ramaja wanita yang menikah muda namun bisa melahirkan dengan lancar.

Namun jika pada zaman sekarang ini kebanyakan yang mengandung di usia terlalu dini belum siap secara rahim sehingga cenderung keguguran atau membahayakan juga bagi ibu si bayi yang masih terlalu muda.

Cenderung Masih Ber Egoisme Tinggi

Menikah di usia yang terlalu muda akan memicu pertengkaran-pertengkaran yang tidak perlu dikarenakan ego mereka masih tinggi. Kebiasaan bermain dengan teman seangkatan misalnya dan juga kebiasaan-kebiasaan lain yang seringkali mengganggu keluarga yang baru dibangun.

Meskipun ada yang bilang usia tidak menjamin kedewasaan seseorang, tapi sebagian besar atau kebanyakan orang semakin tua ya semakin dewasa karena pengalaman kehidupan mereka semakin banyak pembelajaran.

Cenderung Belum Mapan

Ada yang bilang kalau menikah itu yang penting modal niat saja, rejeki nanti ada yang ngatur. Tapi pada kenyataannya rumah tangga berantakan karena mereka tidak siap dari segi ekonomi mereka. Pertengkaran suami istri karena ekonomi itu sudah umum bukan di masyarakat, nah alangkah lebih baik jika sebelum menikah mempersiapkan terlebih dahulu dalam keuangan.

Jika menikah terlalu muda pastinya belum cukup siap secara finansial, kecuali memang dari keturunan keluarga kaya. Tapi ujungnya menjadi masalah juga jika sudah menikah namun masih banyak merepotkan orang dan mertua.


Kelebihan Menikah Di Usia Muda

Namun dilihat dari sisi lain pasti ada juga kelebihannya. Meskipun yang namanya umur manusia tidak ada yang tahu batasnya, namun jika menikah di usia muda akan memberikan kesempatan rentan yang panjang untuk membangun masa depan keluarga bersama.

Selain itu kelebihan lainnya, keduanya masih bisa sama-sama bekerja untuk memdongkrak ekonomi dan juga tabungan keluarga di hari tua. Hal ini bisa dilakukan jika menikah muda dan belum segera di karuniai anak.

Kelebihan yang lain adalah ketika anaknya sudah remaja kedua orang tua nya belum terlalu tua, sehinga masih bisa melewati masa yang panjang dengan kedua orang tua.

Selain itu juga jika menikah di usia muda akan mengurangi resiko perzinaan, seperti yang terlihat sekarang ini, anak-anak remaja sudah tahu yang namanya sex bebas dan juga pacaran-pacaran dengan cara yang melewati batas.


Bagaimana Jika Menikah Terlalu Tua

Sebenarnya mengenai tua dalam usia menikah ini memang tidak ada batasan khusus, nyatanya masih ada juga yang menikah di atas usia 60 tahun, tapi yang namanya sudah tua yang paling terpengaruh adalah dari kesehatan fisik mereka, apabila dari segi ekonomi sudah mapan masih mending, namun jika belum berarti masih harus berjuang dihari tua untuk menghidupi keluarga.

Menikah di usia yang terlalu tua biasanya adalah orang-orang yang mengalami pernikahan kedua, misalkan saja duda atau janda, namun ada juga yang menikahnya sudah tua karena memang sulit dalam hal jodoh.

Kapanpun anda melangsungkan pernikahan sebenarnya itu memang sudah ketentuan dari Allah, tidak ada usia kedewasaan dan kondisi yang sempurna, yang ada hanya bagaimana caranya untuk bisa saling melegkapi dan saling membahagiakan dalam satu keluarga, saling berjuang bersama untuk masa depan keluarga.

Demikian sharing saya hari ini dalam tips asmara mengenai usia dalam memasuki jenjang pernikahan, mudah-mudahan bisa memberikan gambaran atau manfaat untuk anda
Sakti Prayoga
Sakti Prayoga " Ketika keyakinan itu kuat, maka keberhasilan makin dekat " by : Situs Belajar Bisnis I Aldanpost I ragam bisnis dan Pakar Cinta

Post a Comment for "Kelebihan Dan Kekurangan Menikah Di Usia Muda"